|
Pada suatu hari, Harry Stamper beserta kawan-kawannya yang berprofesi sebagai pengebor minyak bumi dipercaya oleh seluruh umat manusia di permukaan Bumi untuk menyelematkan kehidupan manusia di Bumi dari ancaman sebuah asteroid raksasa. Dengan cara menanam sebuah bom nuklir ke dalam perut asteroid tersebut kemudian diledakkan, akhirnya planet Bumi dapat terselamatkan. Ya, mungkin anda masih mengingat beberapa adegan tersebut dalam film “Armageddon” yang begitu amat fantastis. Namun apa yang akan terbayang dalam benak kita apabila kejadian tersebut benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata? Jawabannya tentu rasa takut mengguncang alam pikiran anda. Beberapa waktu yang lalu Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat NASA secara resmi
telah memberitakan bahwa ada sebuah asteroid besar berukuran 270 meter yang dapat mengancam kehidupan seluruh umat manusia di muka Bumi. Asteroid itu bernama Apophis. Asteroid ini dapat menciptakan bola besi dan iridium selebar 320 meter dengan berat 200 milyar ton apabila masuk ke atmosfer Bumi. Benturan dengan asteroid ini juga akan menciptakan gelombang tsunami raksasa, menyapu peisir pantai maupun daratan dan juga akan menciptakan awan debu tebal yang akan menutupi sinar matahari sehingga menjadikan bumi menjadi gelap gulita. Performa yang sangat mirip ketika sebuah asteroid besar menabrak Bumi 65 juta tahun yang lalu yang menyebabkan punahnya Dinosaurus. Asteroid ini ditemukan oleh R. A. Tucker, D. J. Tholen dan F. Bernardi pada tanggal 19 Juni 2004. Nama sandi dari Apophis adalah 2004 MN4, karena ditemukan pada tahun 2004 dengan M menandakan bulan Juni (dengan ketentun sebagai berikut A-B=Jan, C-D=Feb, E-F=Mar, G-H=Apr, J-K=Mei, L-M=Jun, N-O=Jul, P-Q=Agu, R-S=Sep, T-U=Okt, V-W=Nov dan X-Y=Des) dan N4 menandakan asteroid ini merupakan asteroid ke 114 (dengan ketentuan N=huruf ke-14, sehingga 14 + 4 (25) = 114) yang ditemukan pada bulan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dan telah dikaji oleh NEO-NASA (Near-Earth Object), Apophis diperkirakan akan menabrak Bumi pada tahun 2036 dengan probabilitas 1:45000. Namun, akhir-akhir ini telah terdengar berita mengejutkan dari beberapa media, bahwa kemungkinan tabrakan Bumi dengan Apophis semakin meningkat menjadi 1:450. NASA memberitakan bahwa asteroid Apophis pada tanggal 13 April 2029 nanti kemungkinan besar akan melintas ke dalam jalur 40.000 satelit yang mengorbit di sekitar bumi. Akibatnya, apabila asteroid tersebut menabrak satu dari 40.000 satelit tersebut maka ia akan mengalami perubahan lintasan orbit. Kemungkinan tersebut merupakan koreksi dari seorang anak berumur 13 tahun bernama Nico Marquardt. Dalam berita tersebut, menyebutkan kalau Nico dan NASA sudah mencapai kesepakatan, bahkan NASA telah mengakui kalau ada kesalahan dalam perhitungan mereka. Namun ternyata, dengan tegas NEO menyatakan bahwa mereka belum melakukan kontak maupun korespondensi dengan siswa tersebut. Nico Marquardt melakukan perhitungan terhadap kemungkinan tabrakan antara asteroid Apophis dengan satelit buatan sepanjang close encounter (pertemuan terdekat) dengan Bumi pada tahun 2029. namun disayangkan, karena pada tahun 2029 saat asteroid Apophis tersebut mendekati Bumi, ia tidak akan melewati area di dekat sabuk utama satelit Geosinkron (satelit yang berperiode 24 jam). Dengan kata lain, kesempatan terjadinya tabrakan dengan satelit buatan sangat jauh. Sehingga dengan alasan tersebut, NEO tetap mempertahankan estimasi mereka sebelumnya. Sejauh ini, NASA khususnya program NEO, sibuk mendeteksi dan mencari jejak asteroid dan komet yang melintas dekat Bumi lainnya. Mereka akan mencari dan menghitung jejak orbit objek-objek tersebut untuk menentukan apakah peristiwa itu berbahaya bagi Bumi atau tidak. |