Buku Sekolah Elektronik

 Bank Data RPP & Silabus
 

Kalender Pendidikan


Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Berita Aktual

Berita Surat Kabar Tribun Timur, Makassar, RSS
  • Hari ini SBY Ulang Tahun
    JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Hari ini, Kamis (9/9/2010) usia Presiden Indonesia genap berumur 61 tahun. Orang nomor satu saat ini di Indonesia lahir di Tremas, Arjosari,...
  • Pembeli Daging Antre di Pabaengbaeng Makassar
    MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Puluhan orang-orang antre demi mendapatkan daging sapi di Pasar Pabaengbaeng Makassar Kamis (9/9/2010). Padahal waktu masih sangat pagi. [alim]
  • SBY Halal Bihalal di Istana Hanya Sehari
    JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Tak seperti tahun 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2010, hanya menggelar open house atau halal bihalal di Istana Negara pada hari...
  • Kambing Ikut Mudik di Terminal Daya Makassar
    MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Terminal Regional Daya (TRD) Makassar menjadi terminal paling sibuk jelang maupun pascalebaran. [alim]
  • Tokoh Luwu Raya Sahur Bareng di Warkop
    MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah tokoh Luwu Raya seperti Ketua Umum PP KKL Raya Buhari Kahar Mudzakkar, Bachrianto Bachtiar, Juliadi, dan Dr Mukhlis Supri menanti saat...
Advertisement
Studi Temukan Kadal Hadapi Kepunahan Akibat Perubahan Iklim PDF Print E-mail
Friday, 14 May 2010
Studi Temukan Kadal Hadapi Kepunahan Akibat Perubahan Iklim

Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Satu tim ahli biologi internasional telah menemukan pola yang mengerikan mengenai kepunahan populasi kadal akibat naiknya temperatur, dan jika kecenderungan saat ini berlanjut, maka sebanyak 20 persen spesies kadal diramalkan akan punah paling lambat pada 2080.

Studi tersebut dijadwalkan disiarkan Jumat di dalam jurnal Science.


Para peneliti itu, yang dipimpin oleh Barry Sinervo, profesor ekologi dan biologi evolusi di University of California, Santa Cruz, melakukan survei utama mengenai populasi kadal di seluruh dunia, mengkaji dampak dari kenaikan temperatur pada kadal, dan menggunakan temuan mereka untuk mengembangkan pola ramalan resiko kepunahan.

Model mereka secara tepat meramalkan lokasi khusus di lima benua --Amerika Selatan dan Utara, Eropa, Afrika dan Australia, tempat populasi kadal yang sebelumnya dipelajari sudah punah.

Berdasarkan ramalan mengenai kemungkinan kepunahan lokal, kemungkinan kepunahan spesies diperkirakan sebesar enam persen paling lambat pada 2050 dan 20 persen pada sekitar 2080.

"Kami melakukan banyak pekerjaan di lapangan guna mengabsahkan model tersebut dan memperlihatkan bahwa kepunahan adalah hasil dari perubahan iklim," kata Sinervo. "Tak satu pun dari semua ini disebabkan oleh hilangnya habitat. Semua lokasi ini sama sekali tak terusik, dan kebanyakan hewan tersebut berada di taman nasional atau daerah perlindungan lain."

Para ilmuwan mengatakan karena kepunahan popluasi kadal yang sedang terjadi berkaitan langsung dengan perubahan iklim, maka membatasi produksi karbon dioksida --yang memicu pemanasan global-- sangat penting guna menghindari gelombang kepunahan kadal pada masa depan.

 
< Prev   Next >

Blog Siswa

Berita - Corat-Coret
Ayo pelihara lingkunganmu mulai dari sekarang !
Imam Nurjaya - Sunday, 16 May 2010
Assalamu alaikum wr. wb, Seperti yang kita ketahui, bumi kita kondisinya sangat kritis disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Memelihara lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimana saja, dan kapan saja. Namun, kita para manusia tidak mempedulikan keadaan bumi ciptaan Allah ini. Kemudian Bumi seakan-akan menangis dan bertanya : Memelihara Lingkungan itu kebutuhan atau kewajiban?
Berita - Corat-Coret
Mungkinkah Matahari Terbit Dari Barat?
Ria Fitriani Rachman - Friday, 14 May 2010
Investigasi lanjutan mengenai anomali-anomali 2012 tiba pada verifikasi ilmiah yang paling menggetarkan : Prediksi NASA bahwa dalam beberapa tahun ke depan ada kemungkinan terjadi perubahan kutub magnet bumi yang merupakan siklus ribuan tahun dari planet dan bintang. Meski sulit dipercaya, sebagai contoh NASA mengatakan bahwa pada tahun 2001 bintang kita matahari , telah mengalami perubahan kutub tersebut. Namun karena massa matahari relatif uniform dan kita tidak tinggal disana maka manusia relatif tidak merasakan perubahan ini. Seperti kita ketahui bumi dapat diibaratkan sebutir telur dimana kulit telur adalah daratan dan lautan tempat kita berpijak, dan cairan telur adalah material vulkanis logam cair dan inti bumi adalah kuning telur yang merupakan logam padat bersuhu tinggi.
Berita - Corat-Coret
Studi Temukan Kadal Hadapi Kepunahan Akibat Perubahan Iklim
Marlina - Friday, 14 May 2010
Studi Temukan Kadal Hadapi Kepunahan Akibat Perubahan Iklim Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Satu tim ahli biologi internasional telah menemukan pola yang mengerikan mengenai kepunahan populasi kadal akibat naiknya temperatur, dan jika kecenderungan saat ini berlanjut, maka sebanyak 20 persen spesies kadal diramalkan akan punah paling lambat pada 2080. Studi tersebut dijadwalkan disiarkan Jumat di dalam jurnal Science.